Pengertian
Qada dan Qadar
Ada menurut bahasa berarti kehendak,ketetapan,atau
keputusan.qada menurut istilah berarti keputusan atau ketetapan Allah SWT
terhadap semua makhluk-Nya sejak zaman azali.Zaman azali adalah zaman sebelum
Allah SWT menciptakan makhluk-Nya.Qadar menurut bahasa berarti ukuran atau
ketentuan.Qadar menurut istilah berarti perwujudan ketentuan Allah SWT.
Beriman kepada Qada dan Qadar berarti
percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh mahkluk didunia ini kerupakan
kehendak Allah SWT.Akan tetapi,ketentuan Allah SWT tidak semuanya tetap,ada
yang dapat diubah oleh manusia karena usaha-usahanya yang sungguh-sungguhdan
disertai dengan do’a kepada Allah SWT.
Qada dan qadar sering juga disebut
dengan takdir.takdir ini sudah diatur sehingga segala yang menimpa diri
seseorang merupakan ketentuan dari Allah SWT.Takdir Allah SWT ada dua
macam,yaitu takdir mubram dan takdir mu’alaq.
Takdir mubram adalah ketentuan Allah
SWT yang mesti terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia.Takdir mu’alaq
adalah ketentuan Allah SWT bagi makhluk-Nya yang masih dapat diubah dengan
jalan ikhtiar dan berdo’a.
Keadaan atau nasib kita tidak bisa
berubah kecuali kita sendiri yang mengubahnya.kita harus berikhtiar dengan cara
bekerja keras,belajar dengan giat dan menjaga kesehatan.Akan tetapi Allah SWT
yang menentukan berhasil tidaknya usaha seseorang.
Mengenai adanya kewajiban berikhtiar
ditegaskan dalam sebuah kisah pada zaman Nabi Muhammad SAW seorang Arab badui
datang menghadap Nabi.Orang itu datang dengan menunggangi kuda,setelah sampai
ia turun dari kudanya dan lanngsung menghadap Nabi SAW tanpa terlebih dahulu
mengikat kudanya.Melihat kejadian tersebut Nabi SAW menegur orang itu.”Mengapa kuda itu tidak engkau ikat?” Orang
Arab badui itu menjawab: “Biarlah aku bertawakkal kepada Allah”.Nabi pun
bersabda: “Ikatlah kudamu,setelah itu bertawakkallah kepada Allah”.
Dari kisah tersebut dijelaskan bahwa
manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar walaupu Allah telah menentukan
segala sesuatunya.Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri
kita.Oleh sebab itu,kita harus berfikir ikhtiar.Jika ingin kaya,bekerjalah
dengan rajin,setelah itu berdo’a.Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan
kita kepada Allah SWT.Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerima
dengan Rida dan Ikhlas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar