Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 29 Maret 2016

Menyakini Adanya Qada Dan Qadar



Pengertian Qada dan Qadar
     
     Ada menurut bahasa  berarti kehendak,ketetapan,atau keputusan.qada menurut istilah berarti keputusan atau ketetapan Allah SWT terhadap semua makhluk-Nya sejak zaman azali.Zaman azali adalah zaman sebelum Allah SWT menciptakan makhluk-Nya.Qadar menurut bahasa berarti ukuran atau ketentuan.Qadar menurut istilah berarti perwujudan ketentuan Allah SWT.
Beriman kepada Qada dan Qadar berarti percaya bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh mahkluk didunia ini kerupakan kehendak Allah SWT.Akan tetapi,ketentuan Allah SWT tidak semuanya tetap,ada yang dapat diubah oleh manusia karena usaha-usahanya yang sungguh-sungguhdan disertai dengan do’a kepada Allah SWT.
     
      Qada dan qadar sering juga disebut dengan takdir.takdir ini sudah diatur sehingga segala yang menimpa diri seseorang merupakan ketentuan dari Allah SWT.Takdir Allah SWT ada dua macam,yaitu takdir mubram dan takdir mu’alaq.

      Takdir mubram adalah ketentuan Allah SWT yang mesti terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia.Takdir mu’alaq adalah ketentuan Allah SWT bagi makhluk-Nya yang masih dapat diubah dengan jalan ikhtiar dan berdo’a.

      Keadaan atau nasib kita tidak bisa berubah kecuali kita sendiri yang mengubahnya.kita harus berikhtiar dengan cara bekerja keras,belajar dengan giat dan menjaga kesehatan.Akan tetapi Allah SWT yang menentukan berhasil tidaknya usaha seseorang.
Mengenai adanya kewajiban berikhtiar ditegaskan dalam sebuah kisah pada zaman Nabi Muhammad SAW seorang Arab badui datang menghadap Nabi.Orang itu datang dengan menunggangi kuda,setelah sampai ia turun dari kudanya dan lanngsung menghadap Nabi SAW tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya.Melihat kejadian tersebut Nabi SAW menegur orang itu.”Mengapa kuda itu tidak engkau ikat?” Orang Arab badui itu menjawab: “Biarlah aku bertawakkal kepada Allah”.Nabi pun bersabda: “Ikatlah kudamu,setelah itu bertawakkallah kepada Allah”.
    
       Dari kisah tersebut dijelaskan bahwa manusia tetap berkewajiban untuk berikhtiar walaupu Allah telah menentukan segala sesuatunya.Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diri kita.Oleh sebab itu,kita harus berfikir ikhtiar.Jika ingin kaya,bekerjalah dengan rajin,setelah itu berdo’a.Dengan berdo’a kita kembalikan segala urusan kita kepada Allah SWT.Dengan demikian apapun yang terjadi kita dapat menerima dengan Rida dan Ikhlas.








 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar